Image of Pemberdayaan Lanjut Usia Berbasis Keluarga dan Komunitas Menuju Desa Ramah Lanjut Usia

Text

Pemberdayaan Lanjut Usia Berbasis Keluarga dan Komunitas Menuju Desa Ramah Lanjut Usia



Tujuan penelitian mengidentifikasi masalah dan kebutuhan pelayanan sesuai hak-hak lansia dalam keluarga, lembaga pelayanan sosial masyarakat dan pemerintah; Diketahui sumber dan potensi pelayanan lansia; Diketahui pelayanan lansia dalam keluarga (mikro), lembaga pelayanan sosial masyarakat dan pemerintah (makro) sesuai dengan hak-hak lanjut usia; Ditemukan konsep model pelayanan lansia berbasis keluarga dan komunitas. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Lokasi penelitian dipilih secara purposive ditentukan Gunungkidul dan Kulon Progo.
Subyek penelitan anggota keluarga lansia/lansia sebanyak 30 orang, key informasi stakeholder sebanyak 40 orang di dua lokasi penelitian. Teknik pengumpulan data kuesioner, wawancara, FGD dan observasi. Analisis data deskriptif kuantitatif dengan persentase dan kualitatif.
Keluarga sebagai caregiver (pengampu) memiliki peran dalam memberikan pelayanan dan perawatan bagi lansia. Dengan demikian keberadaan keluarga sangat menentukan kualitas hidup lansia, oleh karena itu keluarga harus memberikan dukungan fisik, psikis, dan sosial.
1) Profil anggota keluarga berada pada rentang usia 20-50 tahun; Tingkat pendidikan anggota keluarga sebagian besar berpendidikan SD/sederajat dan sebagain kecil tamat SMP, SMA, Diploma, dan terungkap ada anggota keluarga yang belum pernah sekolah; (c) Jenis pekerjaan anggota keluarga mayoritas bermatapencaharian sebagai petani, sisanya bekerja sebagai buruh tani, swasta dan wirausaha.
2) Profil lansia mayoritas berjenis kelamin perempuan. Karakteristik usia lansia di Gunungkidul dan Kulon Progo cukup berbeda, lansia di Gunungkidul berada pada rentang usia antara 50-84 tahun, sedangkan di Kulon Progo berada di rentang usia 66 -> 84 tahun; Tingkat pendidikan lansia sebagian besar tidak pernah sekolah dan sebagian kecil tamat SD/sederajat dan tamat SMP; Mayoritas lansia dalam keluarga tinggal bersama anak kandung, diikuti lansia tinggal sendiri, dan sisanya menyatakan tinggal tinggal dengan kerabat, dan dengan istri atau suami; Kondisi fisik lansia sebagaian besar fisik sehat, diikuti fisik terganggu (penurunan fungsi organ tubuh seperti daya ingat, daya dengar, daya gerak, daya pikir), dan sisanya bedrriden, paling sedikit kondisi fisik disabilitas/cacat permanen. Kondisi psikis lanjut usia mayoritas menyatakan ketakutan, kesepian, takut akan kematian, takut kehilangan pasangan, keluarga dan teman, dan diikuti sering melakukan agresif, seperti sering marah-marah yang tidak terkendali, dan sisanya menyatakan mengalami pikun/dimensia. Mayoritas lansia, dari sisi kemandirian ekonomi tidak bisa mencari nafkah sendiri atau sangat tergantung keluarga, diikuti lansia dapat mencari nafkah sendiri semampunya, tetapi belm bisa mencukupi kebutuhan. Sedangkan sisanya lansia dapat mencari nafkah sendiri dan bisa mencukupi kebutuhannya, dan paling sedikit lansia yang mencari nafkah sendiri dan bisa membantu untuk kebutuhan keluarga; kemandirian sosial lansia dari aspek aktivitas merawat diri didalam rumah sebagian besar lansia masih bisa melakukan sendiri, dan sebagian kecil yang tidak dapat melakukan merawat diri didalam rumah. Lansia mayoritas masih bisa melakukan aktivitas sosial (mobilitas) di luar rumah, sebagian kecil tidak dapat melakukan tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari diluar rumah.
3) Masalah pelayanan lansia sesuai hak-hak lansia di Kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo beragam, dari persepsi anggota responden sebagian besar masalah kesehatan merupakan masalah utama yang dirasakan lansia di dua lokasi tersebut. Permasalahan lain tentang melakukan ibadah, ketrampilan berkreasi, melakukan aktivitas sehari-hari, akses sarana dan prasarana, pendampingan hukum, bantuan sosial, perhatian dan kasih sayang, kegiatan sosial.
4) Permasalahan Mekanisme pelayanan; (a) Salah satu faktor belum optimal koordinasi antar OPD atau lembaga terkait dalam penanganan untuk lansia. (b) Program penanganan permaslahan lansia belum sepenuhnya responsif gender/ramah lansia. (c) Keberpihakan pemerintah bagi lansia masih belum optimal. (d) Jumlah tenaga pelayanan (SDM) medis maupun non medis tidak sebanding dengan jumlah lansia yang ditangani.
5) Kebutuhan pelayanan lansia sangat beragam lansia membutuhkan pelayanan terkait dengan (a) Perlu pendalaman dan pendampingan bimbingan mental spiritual sesuai agama atau kepercayaan masing-masing; (b) Pemenuhan kebutuhan media dan pelayanan medis bagi lansia bedrriden; (c) Pemberian ketrampilan kerja sesuai dengan potensi di wilayah tersebut; (d) Pelatihan bidang pertanian, peternakan, kerajinan untuk meningkatkan kualitas produk bagi lansia usia produktif; (e) Pemberian pelayanan dan pendampingan di bidang hukum; (f) Fasilitas sarpras untuk kemudahan aksesbilitas di dlaam rumah dan di tempat umum; (g) Pendampingan dari Pendamping program, tokoh agama, tokoh masyarakat yang mendatangi dari rumah ke rumah, memberikan semangat, dukungan yang dilakukan secara rutin; (h) Pemberian bantuan sosial yang diberikan produktif maupun tidak produktif disesuaikan dengan kebutuhan lansia seperti pemberian modal usaha dan ketrampilan UEP; (I) Taman rekreasi dan taman tempat lansia bersilaturahmi, mengembangkan hobby, menambah wawasan.
6) Potensi dan sumber secara mikro/keluarga. Ditinjau dari (a) SDM menunjukkan sebagaian besar sumber potensi dukungan pelayanan pada lansia diberikan oleh anggota keluarga inti (anak,cucu), dan selanjutnya dukungan lain dari tetangga, anggota keluarga terdekat/kerabat; (b) Sumber ekonomi, sebagian besar lansia sumber potensi yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bersumber dari diri sendiri dan anak, selebihnya dari kerabat, pemerintah, tetangga dan cucu; (c) Sebagian besar sumber potensi dukungan sosial bagi lansia berwujud kesempatan kegiatan keagamaan, ola raga, kesehatan, dan kegiatan sosial. (d) Sarana prasarana yang ada tempat untuk beribadah, tempat untuk berkreasi, mobilitas (akses jalan, kursi roda, pegangan tangan) dan transportasi. Potensi dan sumber ditinjau secara makro yang ada di wilayah Gunung Kidul dan Kulon Progo, antara lain (a) Kelembagaan: komunitas keagamaan, komunitas olahraga lansia, posyandu lansia, komunitas kesenian lansia, LKS lansia, komunitas pensiunan, komunitas UEP lansia, Lembaga perlindungan hukum lansia, dan dunia usaha. (b) SDM: pendampingan LU, relawan LU, tksk, pendamping PKH, Pekerja Sosial, tenaga media, (c) Sarana dan prasarana: tempat ibadah, posyandu lansia, taman rekreasi lansia, taman lansia, tempat wirausaha, tempat kreatifitas, dan perpustakaan desa.
7) Pelayanan mikro/Keluarga sudah memberikan pelayanan lansia mencakup delapan aspek (keagamaan dan spiritual, kesehatan, kesempatan kerja, diklat, penggunaan sarpras, bantuan hukum, perlindungan sosial, antuan sosial dengan persentase yang variatif, meliputi : (a) Pelayanan keagamaan dan spiritual sebagian besar keluarga telah memberikan pelayanan terutama aspek memberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah dan mengikuti kegiatan keagamaan. Pada aspek kegiatan memberikan kesempatan mengikuti kegiatan keagamaan di masyarakat, keluarga kurang memberikan dukungan kegiatran keagamaan di masyarakat, keluarga kurang memberikan dukunan karena kondisi fisik (b) Pelayanan kesehatan keluarga sebagian besar sudah memberikan pelayanan bagi lansia pada aspek aksesbilitas lansia dalam memperoleh informasi dan layanan kesehatan pada lansia. Sebaliknya yang kurang mendapatkan dukungan dari keluarga terutama dalam hal mengikuti kegiatan kesehatan di lingkungan setempat. (c) Pada kesempatan kerja keluarga belum sepenuhnya memberikan kesempatan dan dukungan bagi lansia di semua layanan pada peluang dan dukungan materiil dalam mengembangkan usaha, kewirausaan, pengembangan pengetahuan dan ketrampilan kerja, serta kegiatan mengisi waktu luang. (d) Sebagian besar keluarga belum memberikan pelayanan dalam pendidikan dan pelatihan sesuai dengan bakat dna minat lansia, karena kondisi fisik dan psikis yang tidak memungkinkan mengiktui pelatihan dalam keluarga dan lingkungan setempat. (e) Pada layanan sarana dan prasarana sebagian besar lansia telah memiliki da menggunakan layanan menggunakan aksesbilitas khususnya bagi lansia yang bisa beraktifitas. (f) Sebagian besar keluarga telah memberikan akses pelayanan hukum meskipun masih sebatas informasi tentang bantuan dan perlindungan hukum terutama pengetahuan tentang rasa aman dalam keluarga dan lingkungan masyarakat serta pendampingan hukum bila menghadapi masalah. (g) Keluarga sebagian besar telah memberikan pelayanan perlindungan sosial terutama pada aspek pemenuhan kebutuhan psikis, fisik, dan sosial. Dalam hal dukungan perhatian dan kasih sayang, pemenuhan kebutuhan asupan gizi makan, kesehatan dan olah raga. (h) Sebagain besar keluarga belum memberikan pelayanan bantuan sosial pada lansia terutama terutama aspek kelompok usaha bersama, akses layanan bantuan usaha, dan akses bantuan usaha


Availability

2021HD015362.60724 PEM c.1Perpustakaan BBPPKS YogyakartaAvailable
2021HD016362.60724 PEM c.2Perpustakaan BBPPKS YogyakartaAvailable

Detail Information

Series Title
-
Call Number
362.60724 PEM c.
Publisher B2P3KS Press : Yogyakarta.,
Collation
xxiv, 265 hlm. ; ilus : 24 cm.
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-698-475-6
Classification
362.60724
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility

Other version/related

No other version available




Information


RECORD DETAIL


Back To PreviousXML DetailCite this